Tips Mahasiswa Atasi Stres dan Kecemasan
Foto : Shutterstock

Retno Wulandari

16 October 2017


TIPS MAHASISWA ATASI STRES DAN KECEMASAN


Perguruan tinggi adalah saat yang menyenangkan, tapi jujur aja, hidup sebagai mahasiswa bisa jadi bikin stres juga. Kalau mahasiswa baru, mulai dari berkenalan dan berteman dengan orang-orang baru, belajar, ujian, kegiatan UKM, proyek mengejar beasiswa, ikut seminar sana-sini untuk menemukan jalur karir, kerja sambilan… kehidupan di perguruan tinggi dipenuhi dengan situasi yang sangat menegangkan.

Jika mahasiswa yang gampang gelisah dan stres, bebannya bahkan bisa lebih berat lagi. Dan jumlah mahasiswa yang menderita gangguan tersebut terus meningkat. Menurut American College Health Association, 56,9 persen mahasiswa melaporkan perasaan sangat cemas selama tahun ajaran 2015-2016. Walaupun itu di Amerika sana, situasi penuh tekanan yang dihadapi mahasiswa Indonesia nampaknya nggak jauh beda.

Meskipun kecemasan ekstrim harus dilaporkan ke penyedia layanan kesehatan, perasaan stres dan kekhawatiran umum dapat dikurangi dengan beberapa perubahan gaya hidup sederhana dan penyesuaian terhadap rutinitas harian kalian sebagai mahasiswa. Berikut beberapa tips-nya.

 

Perhatikan diri sendiri

(Foto via Shutterstock)_1

Dengan kecemasan yang terus-menerus, otak dan tubuh jadi lelah dan terkadang sulit untuk konsisten memperhatikan dan merawat diri sendiri. Perawatan diri yang mendasar merupakan bagian yang sangat penting dalam setiap rutinitas mahasiswa. Cobalah untuk mendapatkan setidaknya delapan sampai 10 jam tidur setiap malam, dan pastikan untuk makan makanan seimbang, termasuk buah-buahan, sayuran, dan protein. Dan jangan lupa minum banyak air agar tetap terhidrasi.

Hindari kafein

Meskipun kopi adalah kebutuhan saat kalian mengerjakan proyek larut malam, cobalah untuk membatasinya dari hari ke hari. Kafein membantu kalian melalui malam-malam yang panjang dengan menghalangi neurotransmiter yang membuat kalian lelah, dan meningkatkan kadar bahan kimia otak seperti dopamin. Efek tersebut mungkin menarik bagi mahasiswa yang tak ingin tidur, namun kafein menghambat produksi asam gamma-aminobutyric (GABA), zat kimia yang menenangkan. Kekurangan GABA ini bisa berbahaya bagi otak yang sering  cemas dan bahkan bisa menyebabkan serangan panik. Jadi cobalah membatasi asupan kafein kalian dan temukan energi dari makanan lain, seperti VCO atau MCT Oil.

 

Tetapkan rutinitas dan buat jadwal

(Foto via Shutterstock)_1_1

Mahasiwa kerap dibanjiri tugas, proyek, dan kegiatan-kegiatan lain di dalam dan luar kampus. Tapi mengatur rutinitas bisa membantu kalian merasa lebih terorganisir. Untuk menghindari terlalu lelah dan kewalahan, buat jadwal untuk memprioritaskan tugas tertentu. Pastikan untuk memasukkan waktu untuk kuliah, belajar, pekerjaan, dan kesenangan, karena terlalu banyak mengerjakan satu hal dapat membuat hidup kalian terasa stres dan tidak seimbang.

Luangkan waktu

Selalu penting untuk mengambil langkah mundur dari kegiatan belajar untuk memperbaharui diri kalian. Pastikan menyisihkan waktu setiap hari untuk beristirahat dan bersantai. Cobalah yoga, meditasi, olahraga, atau mendengarkan musik. Temukan aktivitas menenangkan yang kalian sukai untuk dilakukan setelah belajar untuk ujian, atau setelah menyelesaikan makalah.

Olahraga

(Foto via Shutterstock)_3

Latihan fisik tak hanya membantu membersihkan pikiran kalian, tapi juga bisa meningkatkan mood dan memberikan kelegaan dari stres sehari-hari. Jadikan latihan sebagai bagian dari jadwal harian kalian. Nggak perlu berat, yang ringan seperti berjalan 10 menit, bisa lebih bermanfaat daripada maraton kebugaran dua jam sekali seminggu, menurut Anxiety and Depression Association of America.

Jelajahi berbagai pilihan olahraga yang tersedia di universitas kalian, dan pilihlah yang Anda sukai. Entah itu kelas Zumba, renang, atau bersepeda di sekitar kampus, olahraga harus menjadi bagian integral dari rutinitas setiap mahasiswa.

 

Buat catatan mood

(Foto via Shutterstock)_4

Memiliki catatan mood dapat membantu kalian mengidentifikasi pemicu kecemasan. Entah itu daftar sederhana di smartphone kalian atau tulisan tangan yang terperinci dalam sebuah jurnal, kalian bisa mencatat kejadian dan keadaan yang mungkin telah berkontribusi pada suasana hati negatif. Apakah itu kelas atau dosen tertentu? Teman atau pacar? Apakah menulis makalah, presentasi di depan kelas yang menyebabkan kalian paling cemas, atau belajar untuk ujian membuat kalian paling stres?

Terkadang mungkin tidak ada penyebab untuk kecemasan kalian, dan tidak masalah. Membuat jurnal akan membantu kalian melacak suasana hati dan mengidentifikasi pola apa pun.

Kembangkan jaringan pendukung

(Foto via Shutterstock)_5

Meskipun curhat atau membicarakan masalah kedengarannya klise, itu benar-benar dapat membantu beberapa mahasiswa mengatasi kecemasan. Akan sangat melegakan untuk sesekali mencurahkan perasaan dan pikiran kalian. Kalian bisa memilih seorang teman terpercaya, anggota keluarga, atau bahkan penyedia layanan kesehatan mental untuk mendengarkan unek-unek kalian. Mungkin mereka bisa membantu kalian mengatasi stres dengan cara yang positif. Hanya dengan merasa didengar kita bisa merasa lebih baik.

Meskipun tips-tips ini mungkin tidak menghilangkan kecemasan kalian sepenuhnya, ini seharusnya membantu mengurangi yang terburuk selama masa stres. Sedikit stres tidak selalu buruk. Pastikan untuk bersantai dan melihat gambaran besarnya sehingga sedikit stres tidak menjadi kecemasan yang menumpuk.


Sumber : CollegeExpress


comments
no comment

LAINNYA